Biaya tenaga kerja adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan tenaga kerja per orang per satuan waktu
Monday, 6 April 2015
BAB 5 TEORI PRODUKSI (III)
Sebutkan model produksi dengan dua faktor produksi variabel !
a) Isokuan (Isoquant)
Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama
b) Perubahan Output karena perubahan skala penggunaan produksi (return to scale)
Perubahan Output karena perubahan skala penggunaan produksi (return to scale) adalah konsep yang ingin menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah faktor produksi dilipatgandakan (doubling)
c) Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi
d) Kurva Anggaran
Kurva Anggaran adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama.
E) Keseimbangan Produsen
Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q
F) Pola Jalur Ekspansi
a) Isokuan (Isoquant)
Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama
b) Perubahan Output karena perubahan skala penggunaan produksi (return to scale)
Perubahan Output karena perubahan skala penggunaan produksi (return to scale) adalah konsep yang ingin menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah faktor produksi dilipatgandakan (doubling)
c) Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi
d) Kurva Anggaran
Kurva Anggaran adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama.
E) Keseimbangan Produsen
Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q
F) Pola Jalur Ekspansi
BAB 5 TEORI PRODUKSI ( II )
Sebutkan tiga tahapan produksi !
- Tahap I (stage I), sampai pada saat kondisi AP maksimum
- Tahap II (stage II), antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol
- TAhap III (stage III), saat MP sudah bernilai < nol (negatif)
BAB 5 Teori Produksi ( I )
PERTAYAAN
Apakah yang dimaksud produksi total ?
JAWABAN
Produksi tptatl (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total faktor produksi.
Wednesday, 7 January 2015
KARAKTERKU
Peduli
Arti peduli
adalah nilai dasar dari sikap memperhatikan dan bertindak produtif terhadap
keadaan disekitar kita.sikap peduli adalah sikap keterpanggilan untuk membantu
mereka yang lemah,miskin dan membantu mengatasi kesulitan orang lain.orang yang
peduli adalah orang tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan orang lain.
Jujur
Jujur adalah
sikap atau siat seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan
apa adanya,menurut saya sifat jujur ini harus di miliki oleh setiap
manusia.sifat jujur juga dapat menjadi cerminan dari kepribadian
seseorang.orang yang mempunyai sifat jujur dapat di percaya oleh orang
banyak,apa lagi untuk mendapatkan suatu perkerjaan.
Mengenal
diri
Mengenal
diri : mengatakan bahwa salah satu cara memberikan keyakinan pada diri sendiri
ialah dengan menghormati diri kita serta menganggap bahwa diri kita adalah
penting.
Disiplin
Disiplin
adalah perasaan/sikap taat dan patuh terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku yang dipercaya termasuk
melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawab nya.untuk menanamkan
sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.banyak sikap disiplin yang
dimaksud,misalnya disiplin terhadap waktu,peraturan/tata tertib dan disiplin
perlu diri karena dispilin adalah kunci kesuksesan.
Tanggung
jawab
Menurut saya
tanggung jawab itu adalah ciri manusia yang beradap.manusia bertanggung jawab
karena menyadari akibat baik buruk nya
perbuatan itu,tanggung jawab itu hukum nya wajib untuk di
laksanakan.karena itu adalaha sebuah amanant,manurut kamus Indonesia tanggung
jawab itu sendiri adalah dimana seseorang dengan keadaan wajib menaggung segala
sesuatu.
Prinsip
hidup
Prinsip
hidup atau biasa disebut juga dengan pandangan hidup adalah merupakan sebuah
draf atau konsep dari kehidupan yang akan kita jalani.pandangan hidup dimiliki
pada umumnya di masyarakat adalah pandangan yang sesuai dengan agama dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat.suatu pandangan hidup merupakan hal yang
mutlak untuk dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini.
Berkepribadian
menarik
Dalam hidup
saya,berkepribadian menarik itu sangat penting,why?? Untuk menarik simpati
orang lain menjadi pribadi menarik misalnya,dalam hal bekerja,berkepribadian
menarik sangat penting untuk menarik simpati bos dan atasan.untuk pribadi yang
menarik kita perlu mengoreksi diri kita masing-masing.saya selalu berpedoman
untuk selalu berbeda dengan orang lain.mungkin ini salah satu cara saya untuk
menarik simpatik orang lain.ciri-ciri kepribadian menarik yang orang miliki
antara lain :
1. Berbeda dengan orang lain
2. Memiliki sifat unggul
3. Memiliki keunggulan yang orang lain
tidak miliki.
Mampu
beradaptasi
Adaptasi
merupakan sebuah cara bagaimana organisme atau makhluk hidup mengatasi tekanan
lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup.manusia juga harus pintar-pintar
untuk beradaptasi terhadap lingkungan nya itu sendiri.bagaimana mereka
bersosialisasi terhadap warga lainnya.adaptasi sangat berpengaruh pada tingkat
kenyamanan dan tingkat ketentraan untuk dapat hidup di lingkungan barunya.
Mengambil
resiko
Banyak orang
takut meghadapi resiko dalam hidup mereka karena memikirkan dampak negative
yang didapatkan bila keputusan yang mereka ambil ternyata salah,padahala
kehidupan yangkita jalani setiap hari penih dengan resiko.jika berjalan kaki
saja ada resiko tertabkrak tetap terjadi walaupun kita berjalan dijalur yang
benar.bila kita ingin melangkah maju anda harus siap menghadpi resiko apa yang
anda lakukan bukan menghindari nya tetapi menghadapinya.
Mengendalikan
diri
Mengendalikan
diri adalah sebuah sikap kehidupan yang tegas.mengendalikan diri bisa dilatih
sejak bayi,yaitu rutinitas pengendalian diri dalam era sekarang ini sangat
perlu dimiliki oleh semua orang,apalagi orang yang hidup di lingkungan
organisasi,dalam mengelola kehidupan kecerdasan emosional.ada strategi yang
berbentuk consensus dan konflik.beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam
mengendalikan diri & kesabaran untuk mengakui adanya emosi yang timbul pada
diri kita.
Bersemangat
Bersemangat
adalah bagaimana kita bisa membuktikan dan mempertahankan semangat itu
sendiri.tentu saja bukan sebuah rencan diawali saja.tapi dalam seuruh proses
yang sudah kita inginkan dan kita jalankan sebaik mungkin dengan rasa
semangat.semangat merupakan roh kehidupan yang menjiwai segala tindakan
kita.menurut saya semangat itu bisa mengusir ketakutan,bisa menghilangkan rasa
lelah,bisa mematahkan kesulitan dan semangat akan membawa kita mencapai
kesuksesan yang kita inginkan.
Kerja sama
Manusia di
ciptakan di muka bumi ini sebagia makhluk social yang berarti tidak bisa hidup
sendiri atau membutuhkan bantuan orang lain .disebabkan karena manusia makhluk
social akhirnya timbul yang nama nya kerja sama.kerja sama adalah bekerja
secara bersama sama atau membantu guna membuat pekerjaan menjadi mudah dan
cepat
Adil
Adil
merupakan dimana semua orang mendapatkan hak menurut kewajibannya.suatu sikap
yang tidak memihak atau sama rata.tidak ada yang lebih serta dapat
memperlakukan diri sendiri dengan orang lain secara professional.prilaku adil
sudah menjadi suatu aturan atau ketentuan dalam kehidupan
bermasyarakat.terlebih dari segi agama prilaku adil tentu tidak membutuhkan
lebih dari satu objek untuk melahirkannya.segala seuatu di dunia ini tidak ada
yang adil tetapi bagaimana kita mensikapi sikap adil tersebut.
Proaktif
Seseorang
yang memeliki sikap proaktif selalu memiliki visi kedepan memandang masa depan
dengan penh optimis,dan selalu aktif memikirkan apa yang dapat mereka lakukan
untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.sikap proaktif cenderung mengarah kepada
tindakan (action) yang positif.tindakan proaktif berbeda dengan tindakan
reaktif yang hanya bisa mengumbar keluhan akan keadaanya.
Thursday, 11 December 2014
RINGKASAN JURNAL
KOMBINASI PROSES PRESIPITASI DAN ADSORPSI
KARBON AKTIF DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT
Eka
Wardhani, Mila Dirgawati, dan Ima Fauzia Alvina
Jurusan
Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung
Jalan PHH
Mustopha, Bandung
Email: ekw_wardhani@yahoo.com
ABSTRAK
Limbah cair industri penyamakan kulit termasuk ke
dalam B3 karena mengandung unsur Krom (Cr) yang berasal dari penambahan senyawa
Krom sulfat pada proses tanning (penyamakan).Berdasarkan hal tersebut,
diperlukan pengolahan yang efektif untuk menyisihkan parameter pencemaran pada
air limbah penyamakan kulit. Penelitian ini menggunakan kombinasi proses presipitasi
kimia dan adsorpsi untuk menyisihkan parameter pencemar yang terdapat dalam air
limbah industri penyamakan kulit. Sistem yang digunakan pada penelitian ini
adalah batch, dengan presipitan yang digunakan yaitu senyawa alkali NaOH dan karbon
aktif tempurung kelapa sebagai adsorben. Berdasarkanhasil penelitian kombinasi
proses presipitasi kimia dan adsoprsi karbon aktif efektif menyisihkan
parameter pencemar pada air limbah industri penyamakan kulit dengan efisiensi
penyisihan yaitu 97,98 % untuk TSS, 97,35% untuk BOD5, 98,03% untuk COD, 99,67%
untuk Krom total (Cr). Efisiensi penyisihan tersebut diperoleh setelah air limbah
industri penyamakan kulit tersebut diolah dengan menggunakan proses presipitasi
kimia dengan menggunakan presipitan alkali NaOH pada pH optimum 9 serta proses
adsorpi karbon aktif dengan jenis adsorben yang dipergunakan adalah tempurung
kelapa seberat 0,5 gram dengan waktu kontak 5,5 jam. Konsentrasi akhir pencemar
utama yaitu TSS sebesar132 mg/L, BOD5 sebesar 12,6 mg/L, COD sebesar 16 mg/Ldan
Krom total sebesar 0,08 mg/L telahmemenuhi Baku Mutu Limbah Cair yang
disyaratkan sehingga air limbah aman untuk dibuang ke badan airpenerima.Kata
kunci: Sukaregang Garut, penyamakan kulit, presipitasi, dan adsorpsi.
PENDAHULUAN
Kecamatan Sukaregang Kabupaten Garut merupakan pusat
industri penyamakan kulit di Provinsi Jawa Barat yang membuang limbah cair ke
Sungai Ciwalen. Sungai Ciwalen merupakan anak Sungai Cimanuk yang melintasi
sentra industri penyamakan kulit di Kabupaten Garut yang airnya dimanfaatkan
masyarakat untuk kegiatan domestik, perikanan dan pertanian sehingga peningkatan
pencemaran terhadap sungai tersebut berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pengolahan yang efektif untuk menyisihkan
parameter pencemaran pada airlimbah penyamakan kulit. Tahap penelitian ini
merupakan pengukuran konsentrasi parameter air limbah penyamakan kulit
berdasarkan baku mutu SKGubernur TK 1 Jawa Barat No. 6 Tahun 1999 Tentang Baku
Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri di Jawa Barat. Analisa karakteristik air
limbah penyamakan kulit dilakukan oleh Laboratorium Pengelolaan Kualitas
Lingkungan PDAM Kota Bandung dengan tujuan supaya diperoleh data yang akurat.
Data kadar Cr dari hasil pengukuran dianalisis dengan bantuan komputer sehingga
diperoleh nilai efisiensi pengolahan optimum untuk variasi pH, berat karbon
aktif, dan waktu kontak.
METODA
Proses Presipitasi : Penelitian ini dilakukan
dengan variasi Ph larutan mulai dari pH 7, 8, dan 9 dengan menggunakan senyawa
alkali NaOH 10% sebagai presipitan.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap
penelitian ini yaitu memasukan 500 mL limbah cair ke dalam gelas kimia 1000 mL,
lalu menambahkan NaOH 10% sampaipH air limbah menjadi 7. Selanjutnya dilakukan pengadukan
dengan menggunakan stirrer lengkap dengan pengaduk magnetik hingga kecepatan 50
rpm selama 20 menit. Langkah selanjutnya yaitu mendiamkan air limbah tersebut selama
24 jam sehingga diperoleh supernatan (cairan) dan natan (endapan). Supernatan
yang terbentuk diambil menggunakan pipet ukur dan pisahkan untuk pengukuran konsentrasi
parameter pencemar, dengan cara yang sama lakukanuntuk variasi Ph 8 dan 9.
Proses Adsorpsi : Penelitian adsorpsi ini
menggunakan karbon aktif tempurung kelapa dengan variasi penelitian yang
dilakukan adalahberat karbon aktif dan waktu kontak.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada
tahap penelitian ini yaitu150 mL sampel air limbah di masukan ke dalam dalam3
buah erlenmeyer 250 mL dan di tambahkan karbon aktif tempurung kelapa dengan
berat 0,5 gram pada masing-masing erlenmeyer. Tempatkan erlenmeyer tersebut
pada shaker untuk dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan konstan sebesar 100
rpm dalam waktu 0,5 jam; 2,5 jam; dan 5,5 jam. Setelah selesai, pisahkan sampel
dari karbon aktif lalu lakukan pengukuran konsentrasi parameter pencemar.
Dengan langkah yang sama, lakukan variasi berat karbon aktif 1,5 gram dan 2,5
gram.
HASIL DAN PEMBAHASAN
COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan
agar bahan organik yang terdapat pada limbah cair dapat teroksidasi secara
kimia baik yang dapat didegramadasi secara biologis maupun yang sukar
terdegradasi.
KESIMPULAN
Berdasarkanhasil penelitian kombinasiproses
presipitasi kimia dan adsoprsi karbon aktifefektif menyisihkan parameter
pencemar pada airlimbah industri penyamakan kulit, hal ini telihatdari
efisiensi yang dihasilkan dari kombinasiproses tersebut telah melebihi
efesiensipengolahan yang dibutuhkan.Konsentrasi akhirpencemar utama yaitu TSS sebesar132
mg/L, menggunakan presipitan alkali NaOH pada pH optimum 9 serta proses adsorpi
karbon aktif dengan jenis adsorben yang dipergunakan adalah BOD5 sebesar 12,6 mg/L, COD sebesar 16 mg/Ldan
Krom total sebesar 0,08 mg/Ltelahmemenuhi Baku Mutu Limbah Cair yang disyaratkan
sehingga air limbah aman untukdibuang ke badan air penerima. Penurunanefisiensi
tersebut diperoleh setelah air limbahindustri penyamakan kulit tersebut diolah
dengan menggunakan proses presipitasi kimia dengan Berdasarkanhasil penelitian
kombinasi proses presipitasi kimia dan adsoprsi karbon aktif efektif menyisihkan
parameter pencemar pada airlimbah industri penyamakan kulit, hal ini telihat dari
efisiensi yang dihasilkan dari kombinasi proses tersebut telah melebihi
efesiensi pengolahan yang dibutuhkan.Konsentrasi akhir pencemar utama yaitu TSS
sebesar132 mg/L, BOD5 sebesar 12,6 mg/L, COD sebesar 16 mg/Ldan Krom total
sebesar 0,08 mg/Ltelah memenuhi Baku Mutu Limbah Cair yang disyaratkan sehingga
air limbah aman untuk dibuang ke badan air penerima. Penurunan efisiensi tersebut
diperoleh setelah air limbah industri penyamakan kulit tersebut diolah dengan menggunakan
proses presipitasi kimia dengan tempurung kelapa seberat 0,5 gram dengan waktu
kontak 5,5 jam.
DAFTAR
PUSTAKA
Asmadi,
Endro, dan Oktiawan. Pengurangan Chrom(Cr) dalam Limbah Cair Industri Kulit
pada Proses Tannery menggunakan Senyawa Alkali Ca(OH)2, NaOH, dan NaHCO3.” Bogor
dan Semarang: Institut Pertanian Bogor dan Universitas Dipenogoro, 2009.
Benefield,
Larry D., and Judkins, J. R., Joseph, and Weand, Barron, L. Process Chemistry
for Water and Wastewater Treatment. PrenticeHall, Inc. Englewood Cliffs, N.J.
(1982).
Puspita,
Diana. “Penurunan Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Pada Limbah Laundry
dengan Menggunakan Reaktor Biosand Filter Disertai dengan Reaktor Activated
Carbon.” Tugas Akhir,Yogyakarta: Program Studi Sarjana Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan, Jurusan Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia, (2008).
RINGKASAN ARTIKEL ILMIAH
Model Dynamic Pricing untuk
Penetapan Harga Tiket Pesawat Terbang Berbasis Waktu dan Persediaan Kursi
dengan Mempertimbangkan Keputusan Kompetitor
Ahmad Rusdiansyah, Rescha D. A. Putri, Nia
Puspitasari
Abstrak
Dalam
bisnis penerbangan saat ini persaingan antara airlinesis sangat ketat.
Keputusan penetapan harga dari maskapai penerbangan akan mempengaruhi secara
signifikan permintaan dan pendapatan maskapai lainnya. Penelitian ini
mengembangkan model Manajemen Pendapatan Airline (ARM). Kami membangun model
ARM di bawah lingkungan yang kompetitif. Model ini mempertimbangkan perubahan
tiket pesaing untuk dua penerbangan paralel dan harus dibuat berdasarkan waktu
dan persediaan kursi. Secara khusus, kami mengembangkan model pemrograman
dinamis untuk mendapatkan harga tiket yang optimal berdasarkan sisa kursi, sisa
waktu, serta perubahan harga pesaing tiket untuk menghasilkan harapan
pendapatan yang maksimal. Penelitian ini dilakukan serangkaian skenario
percobaan numerik untuk menunjukkan perilaku model dengan harapan pendapatan.
Kata
kunci: Manajemen Airline Pendapatan, harga dinamis, pemrograman dinamis,
diharapkan pendapatan.
Pendahuluan
Perkembangan industri penerbangan
turut me-ningkatkan tingkat persaingan antar maskapai. Persaingan yang ketat
mendorong maskapai pe-nerbangan untuk mampu merumuskan strategi dalam
memaksimalkan pendapatannya. Kebijakan pengelolaan permintaan serta seluruh
metodologi dan sistem yang dibutuhkan untuk membuatnya dengan tujuan
memaksimalkan pendapatan disebut revenue
management (RM) (Tallury
dan Ryzin [13]). Penerapan revenue
management di maskapai pener-bangan disebut dengan Airlines Revenue Management (ARM). ARM yang diterapkan di maskapai pener-bangan dengan tujuan untuk
memaksimalkan pen-dapatan melalui pengelolaan sumber daya yang dimiliki secara
optimal.
Dynamic
pricing adalah sebuah strategi
dalam ARM yaitu berupa pengaturan
penetapan harga yang ber-tujuan untuk meningkatkan pendapatan maskapai
penerbangan. Penggunaan dynamic
pricing sangat tepat untuk diterapkan pada industri penerbangan yang
memiliki karakteristik harga tiket pesawat ter-bang yang dinamis. Pada dynamic pricing ada beberapa strategi
pene-tapan harga yang dapat dilakukan oleh maskapai penerbangan. Park dan Seo
[9] meneliti mengenai strategi penetapan harga secara dinamis oleh mas-kapai
penerbangan dengan mempertimbangkan customer
choice behavior.
Metode Penelitian
1. Formulasi Model
2. Model pada Event t <
T+1
3. Model pada Kondisi Sisa
Kursi Penerbangan A Sudah Habis namun Penerbangan B Masih Ada (nA=0, nB>0)
4. Model pada Kondisi Sisa
Kursi Penerbangan A Sudah Habis namun Penerbangan B Masih Ada (nA=0, nB>0)
5. Model pada Kondisi Sisa Kursi Kedua Pener-bangan
Masih Ada (nA>0, nB>0)
Hasil dan Pembahasan
1.
Percbaan numerik : Untuk menguji model yang telah
dikembangkan di-lakukan percobaan numerik dengan parameter awal.
2. Percobaan Numerik untuk
Penerbangan A Sebagai Follower Kompetito
: Pada
percobaan numerik ini dilakukan percobaan scenario pembukaan kelas harga oleh
maskapai B (kompetitor) yang kemudian akan diikuti oleh mas-kapai A (follower) dengan tiga skenario
pembukaan kelas harga.
3.
Percobaan Numerik untuk
Penerbangan A sebagai Perespon Kompetitor : Pada percobaan numerik ini,
penetapan harga oleh maskapai B direspon oleh maskapai A dengan kom-binasi
perubahan kelas harga yang berbeda-beda. Dapat dikatakan, skenario ini
merupakan skenario perespon terhadap harga kompetitor.
4.
Percobaan Numerik untuk
Penerbangan A dengan Variasi Periode Pembukaan Kelas Harga : Pada percobaan numerik ini
dilakukan perhitungan ekspektasi pendapatan untuk maskapai A dengan variasi
periode pembukaan kelas harga maskapai A.
5. Percobaan
Numerik untuk Penerbangan A dengan Variasi Kedatangan Calon Penumpang : Pada percobaan numerik ini
dilakukan perhitungan ekspektasi pendapatan untuk maskapai A dengan
mempertimbangkan faktor kedatangan calon penumpang. Percobaan numerik ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kedatangan calon penumpang dalam
setiap periodenya terhadap eks- pektasi pendapatan yang dihasilkan.
Simpulan
Penelitian ini
mengembangkan model dynamic pricing pada
dua maskapai penerbangan (maskapai A dan B) yang saling bersaing berbasis
persediaan kursi dan waktu dengan mempertimbangkan peru-bahan harga kompetitor.
Penetapan harga dengan bertindak sebagai follower
dan perespon akan meng-hasilkan ekspektasi pendapatan yang bergantung
pada pola perubahan harga dari kompetitor. Mas-kapai penerbangan A akan
merespon harga yang di-tetapkan oleh maskapai penerbangan B. Penelitian ini
akan memberikan rekomendasi mengenai res-pon yang sebaiknya dilakukan oleh
maskapai A apabila terjadi perubahan harga yang ditetapkan kompetitor (maskapai
B) sedemikian, hingga dapat memaksimalkan ekspektasi pendapatan maskapai A.
Berdasarkan hasil percobaan numerik diperoleh kesimpulan bahwa maskapai
penerbangan A baik sebagai follower maupun
sebagai perespon terhadap competitor (maskapai penerbangan B) akan mem-peroleh
ekspektasi pendapatan yang lebih tinggi jika menggunakan strategi increasing price (P4-P3-P2-P1).
Selain itu, priode pembukaan kelas harga dan tingkat kedatangan calon penumpang
mempenga-ruhi ekspektasi pendapatan yang dihasilkan.
Daftar Pustaka
1. Bazargan, M., Airlines Operations and Schedul-ing 2nd Edition, Embry-Riddle Aeronautical University, USA: Ashgate, 2010.
2. Chatwin R. E., Optimal Dynamic Pricing of Perishable Products with Stochastic Demand and a Finite Set of Prices, European Journal of Operational Research, 125, 2000, pp. 149–174.
3. Feng Y, and Xiao B., A Continuous-time Yield Management Model with Multiple Prices and Reversible Price Changes, Management Science, 46(5), 2000, pp. 644–657.
4. Gallego G, and van Ryzin G J., A Multi-product, Multi-resource Pricing Problem and Its Appli-cations to Network Yield Management, Opera-tions Research, 45(1), 1997, pp. 24–41.
5. Lin K. Y., A Sequential Dynamic Pricing Model and Its Application, Naval Research Logistics, 51(4), 2004, pp. 501-521.
6. Luo, Li., and Peng, Ji-Hua, Dynamic Pricing Model for Airline Revenue Management under Competition, Systems Engineering - Theory & Practice, 27(11), 2007, pp. 15–25.
7. Lin, K. Y., Soheil, Y., and Sibdari., Dynamic Pricing Competition with Discrete Customer Choices, European Journal of Operational Research, 197, 2009, pp. 969-980.
8. Mart, V., and Tallury, K. T., Dynamic Price Competition with Fixed Capacities, IESE Busi-ness School, Av. Barcelona, Final Project, 2010.
9. Park, Changkyu and Seo, Junyong, Seat Inven-tory Control for Sequential Multiple Flights with Customer Choice Behavior, Computers & Indus-trial Engineering, 61, 2011, pp. 1189–1199.
10. Putri, R. D. A., and Rusdiansyah, A., Compa-rison Analysis of Time and Seat Inventory-based Decisions in Joint Dynamic Pricing for Two Parallel Flights Considering Overbookings, Cancellation, and No-show passengers. Proceed-ing of APIEMS Conference 2012, Phuket-Thailand.
11. Rusdiansyah A., Mariana D., Pradhana H., and Wessiani N., Model of Dynamic Pricing for Two Paralel Flight with Multiple Fare Classes Based on Passanger Choice Behavior, Jurnal Teknik Industri, Universitas Kristen Petra Sura-baya, 12(1), 2010, pp. 9-16.
12. Rusdiansyah, A., Pradhana, H., and Wessiani, P., Joint Dynamic Pricing Model for Two Paral-lel Flights Considering Overbooking, Cancella-tions, and No-show Customers, Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, 9, 2011, pp. 2113-2128.
13. Tallury, K. T., and van Ryzin, G., The Theory and Practice of Revenue Management, Kluwer Academic Publisher, Boston, 2004.
14. Tallury, K. T., and van Ryzin, Revenue Manage-ment under a General Discrete Choice Model of Consumer Behavior, Management Science, 50(1), 2004, pp. 15-33.
15. Xiao, Y. B., Chen, J., and Liu, X. L., Joint Dynamic Pricing for Two Paralel Flight Based on Passenger Choice Behavior, System Engi-neering Theory & Practice, 28, 2008, pp. 46-55.
16. Zhao, W.,and Zheng Y. S., Optimal Dynamic Pricing for Perishable Assets with Non-homoge-neous Demand, Management Science, 46, 2000, pp. 375–388.
Subscribe to:
Posts (Atom)